Categories
Blog

Upaya Solutif Memenuhi Pasokan Jagung Pakan

Kebutuhan jagung pakan menjadi polemik nasional. Banyak pihak me – ragukan capaian produksi nasional 23,5 juta ton pada 2016 karena angka impor gandum sebagai pengganti jagung yang terus naik.

Sebagai tindakan mendesak jangka pendek, Dwi Andreas Santosa, Guru Besar IPB menganjurkan pemerintah segera meng – impor jagung untuk memenuhi kebu tuh – an pakan ternak. “Jagung harus segera di – impor karena akan defisit tahun ini sekitar 1,3 juta – 1,5 juta ton,” tandasnya.

Khudori, anggota Pokja Ahli Dewan Ke – ta hanan Pangan sependapat. “Jangka pen dek paling mudah impor jagung,” ka – ta nya. Lantas, bagaimana solusi jangka panjang yang tepat?

Jangka Panjang

Untuk tindakan jangka panjang, peme – rintah bisa mengambil ide Udhoro Kasih Anggoro, Dirjen Ta – naman Pangan Ke – menterian Per tanian periode 2010-2015 atau Max deyul Sola, Sek jen Dewan Ja – gung Nasional. Udho ro meminta pe – merintah fokus pada pengembangan ja – gung de ngan target produksi 8 juta-10 juta ton gu na meme – nuhi kebutuhan in – dustri pa kan dan pe – ternak layer. “Fo kus pada 8 juta ton berdasarkan lokasi industri peternakan kecil dan besar,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah harus mengikuti cara kerja bisnis. “Mengitung 8 juta ton di mana agar masuk harga pem – belian GPMT (Gabungan Perusahaan Ma – kanan Ternak) ataupun peternak layer de – ngan dua syarat: mutu jagung sama har – ga. Ini yang harus bisa dipegang,” saran Udhoro.

Tanpa menjelaskan detail, Magister Sains lulusan IPB ini mengatakan ada tu juh provinsi yang bisa digarap untuk men – cukupi jagung pakan. Dan pe me nuhan 10 juta ton perlu pengawalan De wan Perwa – kilan Rakyat (DPR).“Kalau kita semua fokus, dikawal DPR, tenang negeri ini. Akan ter – jadi solusi: petani akan dapat harga jagung yang bagus, industri pasti, ternak nya tidak diare karena kekurangan jagung,” urainya.

Sedangkan Sola mengusulkan penetap – an floating tax, yaitu, menetapkan pajak impor yang tinggi-rendah sesuai kondisi musim tanam dan panen raya jagung. “Jagung perlu diatur. Tidak boleh impor sebelum dan sesu dah satu bulan pa nen dan diberikan floating tax,” ung kapnya.

Berbasis Banten

Selain itu, Sola me nekankan pembangunan sentra ja – gung di Banten se – bagai provinsi ter – besar penyedia pa – brik pakan. Sebab, Banten menghasil – kan pakan ternak ter besar sedangkan produksi jagungnya minim. “Banten itu kapasitas produksi pakan 40% lebih. Tapi jagung yang ada di Banten sedi – kit sekali, kurang dari 5%. Oleh sebab itu berpengaruh pada daerah lain karena terpaksa jagung dari daerah lain disedot ke Banten,” ungkapnya. Pria asal Solok, Sumbar itu menyaran – kan Pemerintah Daerah (pemda) Banten Herman (Ahli Bioteknologi) sebagai pembicara.